Minggu, 23 Maret 2014
PUISI UNTUKMU
FOR YOU
My Beloved Brother "Tamsyur Manuturi Damanik"
Born : 29 Juli 1998
RIP : 24 February 2014
PUISI UNTUKMU, KUBUAT DARI NAMAMU
PUISI UNTUKMU, KUBUAT DARI NAMAMU
Teriakanmu disiang itu memanggil “Mama”
Adalah kata terakhir darimu
Matamu terpejam
Senyummu hilang
Yang kau tinggalkan hanya kenangan
Ujung usiamu kini kau temukan
Remukkan hati kami yang kau tinggalkan
Mereka yang mengasihimu
Antarkanmu ke tempat peristirahatanmu
Nada tangisan yang tak beraturan
Untukmu adikku tersayang
Terdengar disekelilingku
Untaian kata-kata yang terucapkan
Rentetan kata-kata penghiburan
Iringi kepergianmu adikku tersayang
Dalam hati yang kini remuk
Ada teriakan panjang dan dalam
Mata kami kini sembab, dan semakin sembab
Alirkan airmata
karena teringat akanmu
Namamu takkan terlupakan
Indah dan tetap terukir dihati
Karena kau adalah bagian terindah bagi kami.
LAGU UNTUKMU
FOR YOU
My Beloved Brother "Tamsyur Manuturi Damanik"
Born : 29 Juli 1998
RIP : 24 February 2014
LAGU CIPTAANKU UNTUKMU
Binsar MA mataniari
Manondangi haholomon i
Borhat HO lao marsikkola i
Sian bagas ni oppung tai
Sahat MA tu tonga Ari i
Hubege mai baritai
Borhat HO tuharoburan i
Mandapothon hasonangan i
Diboan HO MA holonghi
Diboan HO MA rupaki
Borhat HO dibagas damei
Hubereng humaliangi
Loloan natarilui
Huingot MA denggan ni lagumi
Haccitnai, tompunai panadingmi
Laos borhat HO, Laos bongot HO
Dang martading hatai
Saonari o hasianhu
Taringot MA AU dingolumi
Dipatutur akka dongan mi
Tung Mansai Uli pambaenanmi
Nang Saonari da Hasianhu
Nungnga Sonang Ho Di Surgoi
Sai Horas ma hami on Sude
Sai Horas na akka donganmi
YOU GONE SO SOON MY BELOVED BROTHER
FOR YOU
My Beloved Brother "Tamsyur Manuturi Damanik"
Born : 29 Juli 1998
RIP : 24 February 2014
Tiap
kali kupejamkan mata, kulihat kau di hadapanku
Masih
terngiang suaramu yang memanggil namaku
Dan aku ingat
kisah-kisah yang kau ceritakan padaku
Kurindukan saat kau di dekatku
Tapi aku sangat bersyukur atas semua waktu yang kulewatkan bersamamu
Karna kutahu hidup tidaklah abadi
Kau pergi begitu cepat, begitu cepat
Aku harus lanjutkan hidup karena aku tahu sudah terlalu
lama
Aku harus hentikan tetesan air mata, tetap percaya dan kuat
Kan
kucoba tuk menerimanya, meskipun sangat berat
Kulihat kau di mimpiku tapi saat kuterjaga kau tiada
Pergi begitu cepat
Siang dan
malam, aku masih merasa kau dekat denganku
Dan
kuingat dirimu di setiap doa yang kupanjatkan
Setiap saat semoga kau dalam naungan rahmat-Nya
Tapi kini hidup tak sama, dan takkan pernah sama lagi
Tapi aku sangat bersyukur atas tiap kenangan yang kubagi bersamamu
Karena kutahu hidup ini tidak abadi
Ada
hari-hari di mana aku tak punya kekuatan tuk bertahan
Aku merasa begitu lemah dan aku terus bertanya:
"kenapa?
Tapi
kulewati semua sakit ini saat aku benar-benar menerima
Bahwa kita semua milik Tuhan, kan kembali kepada-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)

































