Sabtu, 01 Juni 2013

SEMESTER 1 (BERBAGAI ALIRAN DI DALAM DAN DISEKITAR GEREJA)


BERBAGAI ALIRAN DI DALAM DAN DISEKITAR GEREJA
Diserahkan kepada:
Dosen: Letcredo Sinaga. M.Div,. M.Pd.K

Sebagai bagian dari Tugas Mata Kuliah
TEOLOGI AGAMA-AGAMA
Nama: Roy Damanik

SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BASOM
October 2012

KATA PENGANTAR
Shalom, Salam sejahtera, Puji dan syukur bagi TUHAN YESUS KRISTUS, yang telah memberi nafas kehidupan, pengetahuan, kesehatan dan waktu yang berharga ini sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pribadi ini tepat pada waktunya sebagai tugas pada mata kuliah Teologi Agama-Agama.
Dalam tugas ini saya memakai buku yang berjudul berbagai aliran di dalam dan di sekitar gereja, sbb :

            Judul Buku      : Berbagai Aliran Di Dalam Dan Di Sekitar Gereja
            Penulis             : Pdt. Dr. Jan S. Aritonang
            Penerbit           : BPK. Gunung Mulia – Jakarta
            Cetakan           : 6
            Tahun              : 2003

Yang saya pinjam dari perpustakaan STT. BASOM, Pembuatan ringkasan buku ini tentunya tidak akan luput dari kesalahan, oleh sebab itu segala bentuk perbaikan, masukan, kritik  dari Bapak Dosen sangatlah saya harapkan.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat membawa manfaat.
Puji Tuhan!!!


Hormat Saya,
Roy Damanik

            Dalam buku ini, ada beberapa aliran gereja yang dibahas, yang semuanya memiliki ajaran, tata ibadah, ideologi yang berbeda, meski pada akhirnya tujuan terakhir adalah sukacita besar yang dipersiapkan Tuhan bagi seluruh umat manusia,,
            Saya telah membaca buku ini, dan membuat ringkasan pokok tentang buku ini, sebagai berikut :

       I.                        Aliran Lutheran
Aliran ini berpedoman kepada Martin Luther, dan aliran ini merupakan aliran tertua, jumlah penganutnya sekitar 60 juta jiwa, yang tersebar hampir di 100 negara di 5 benua ( Eropa, Amerika, Afrika, Asia dan Australia ), dari seluruh umat kristen di indonesia, sekitar hampir 90% mengaku masuk rumpun Lutheran. Di indonesia sendiri setidaknya ada 8 organisasi gereja yang menganut aliran Lutheran, serta menjadi anggota LWF (Lutheran World Federation) yaitu :
a.       HKBP – Huria Kristen Batak Protestan.
b.      GKPS – Gereja Kristen Protestan Simanlungun.
c.       GBKP – Gereja Batak Karo Protestan.
d.      GKPI – Gereja Kristen Protestan Indonesia.
e.       HKI – Huria Kristen Indonesia.
f.       GKLI – Gereja Kristen Luther Indonesia.
g.      GKPA – Gereja Kristen Protestan Angkola.
h.      GKPM – Gereja Kristen Protestan Mentawai.

Ada beberapa pokok ajaran yang diterapkan oleh aliran Lutheran, antara lain :
a.       Pusat ajarannya adalah Firman dan Sakramen
b.      Sakramen
Babtisan dianggap setara dengan sunat pada zaman Abraham
Perjamuan Kudus, hakikat rohaninya sebagai Tubuh dan Darah Kristus, sedangkan hakikat Jasmani dianggap tetap sebagai Roti dan Anggur saja
c.       Jabatan dan Tata Gereja
Jabatan terpenting dan yang memerlukan tahbisan khusus adalah jabatan pemberita Firman dan pelayan Sakramen yaitu Pendeta, Penatua, Guru (Pengajar), Diaken, Pemimipin Nyanyian. Dan semuanya itu tidak dianggap sebagai jabatan gerejawi yang bersifat permanen, boleh ada dan boleh tidak ada, tetapi pengikut Lutheran pada umumnya selalu mengadakannya.
d.      Tata Ibadah
Bagian terpenting dalam ibadah adalah bagaimana agar jemaat mengalami dengan nyata tindakan penyelamatan Allah di dalam Kristus. Nyanyian dan musik mendapat tempat yang sangat penting, dan formasi ibadhnya dituangkan dalam bentuk buku ibadah atau Agenda.

    II.                        Aliran Calvinis ( Reformed; Presbyterian )
Aliran ini lebih sering disebut Reformed / Presbyterian, dan aliran ini hampir sama tuanya dengan Lutheran, tokoh pedoman dalam aliran ini adalah Johannes Calvin (Jean Calvin). Penganutnya kedua terbesar setelah Lutheran, tersebar di 5 Benua. Sekitar 173 gereja hingga tahun 1990 bergabung kedalam WARC (World Alliance of Reformed Churches), Sejak WARC bergabung dengan ICC (International Congregational Council) pada tahun 1970 gereja Kongresional juga bergabung didalamnya.    
            Beberapa Gereja yang mengaku masuk ke dalam aliran Calvinis, antara lain :
1.      GPM                           Gereja Protestan Maluku
2.      GMIM                         Gereja Masehi Injili Minahasa
3.      GMIT                          Gereja Masehi Injili di Timor
4.      GPIB                           Gereja Protestan di Indonesia Barat
5.      GBKP                         Gereja Batak Karo Protestan
6.      GKI                             Gereja Kristen Indonesia
7.      GKP                            Gereja Kristen Pasundan
8.      GKJ                             Gereja Kristen Jawa
9.      GKJW                         Gereja Kristen Jawi Wetan
10.  GKPB                         Gereja Kristen Protestan di Bali
11.  GKS                            Gereja Kristen Sumba
12.  GMIST                        Gereja Masehi Injili Sangir Talaud
13.  GKST                          Gereja Kristen Sulawesi Tengah
14.  GKSS                          Gereja Kristen Sulawesi Selatan
15.  GEPSULTRA             Gereja Kristen Sulawesi Tenggara
16.  GMIH                         Gereja Masehi Injili Halmahera
17.  GKE                            Gereja Kalimantan Evangelis
18.  GKI Irja                      Gereja Protestan Indonesia di Irian Jaya
19.  Gereja Toraja  
20.  Gereja Reformed Injili Indonesia
21.  Gereja Presbyterian Injili Indonesia

Ada beberapa pokok ajaran dan praktek di dalam aliran ini :
1.      Inti dan titik tolak ajaran ini adalah Teologi Kedaulatan dan Kemuliaan, mereka meyakini kedaulatan Allah dalam perkara penciptaan dan keselamatan, tujuan dari karyaNya adalah untuk kemuliaannya, dan didalam ajaran ini juga ditemukan istilah “Predestinasi” atau penebusan yang terbatas.
2.      Hakikat Gereja adalah persekutuan orang-orang yang telah diselamatkan berkat kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus, yang telah dibenarkan kendati tetap manusia berdosa.
3.      Dalam tata gereja dan Jabatan, calvin membagi 4 jawatan, yakni : Gembala/Pendeta, Pengajar, Penatua, dan syamas/diaken.
4.      Dalam hal disiplin gereja, dilakukan penegakan ketertiban dan pengawasan ajaran maupun perilaku secara ketat yang bertujuan untuk mempertahankan kesucian gereja sebagai persekutuan yang merayakan perjamuan kudus, supaya nama Allah tetap dimuliakan dan tidak dicemarkan, dan melindungi orang-orang baik di dalam gereja, supaya akhlak mereka tidak dirusak oleh pergaulan dengan orang-orang jahat.
5.      Didalm Ibadah setiap pelayanan memiliki arti tersendiri,
a.       Khotbah : mempunyai fungsi pengajaran
b.      Nyanyian : mazmur adalah nyanyian yang paling layak memuji Allah
c.       Babtisan : menandakan bahwa kita telah ikut serta dalam kematian dan kebangkitan Kristus, dan menjadi satu dengan Dia.
d.      Perjamuan Kudus : adalah tanda yang ditetapkan Allah melalui AnakNya Yesus Kristus, supaya melalui roti dan anggur, manusia dipersatukan dengan tubuh dan darah Kristus.

 III.                        Anglican ( Episcopal )
Untuk Indonesia jemaat Anglican masih hanya ada 2, yakni di Jakarta dan Surabaya, dan jemaatnya rata-rata terdiri dari warga Inggris, aliran ini lebih banyak berkembang di daerah-daerah bekas jajahan Inggris. Aliran ini muncul di Amerika dengan nama baru yaitu Episcopal. Aliran ini juga berkembang di Filipina dan Korea Selatan. Tokoh yang cukup terkenal dari aliran ini adalah Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan, yang selalu memperjuangkan hak dan status ras kulit hitam.
Aliran anglican muncul diawali dari konflik antara Raja Henry VIII dengan Paus Clemens sehubungan dengan masalah perkawinannya, yang diakhiri dengan putus hubungan antar Raja Henry VIII dengan Roma pada tahun 1534. Diikuti dengan pendapat bahwa Gereja tak perlu terikat pada Paus di Roma, inilah yang mengawali lahirnya aliran Anglican. Pokok ajaran aliran ini disajikan dalam beberapa dokumen penting, seperti : Buku Doa Umum, yang berisi tentang :
1.      Sejumlah model tata ibadah,
2.      Pengakuan-pengakuan iman,
3.      Tata cara pelayanan sakramen babtis dan perjamuan kudus,
4.      Tata cara penetapan jabatan gerejawi,
5.      Rumusan doa menurut waktu dan tujuannya,
6.      Nyanyian Mazmur.

Garis besar ajaran Anglican antara lain :
1.      Otoritas di dalam gereja, merupakan gabungan 3 unsur (Alkitab, Tradisi dan Akal Budi) yang tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lain. Alkitab merupakan penyataan atau penyingkapan diri Allah secara pribadi, Tradisi merupakan produk dari proses perenungan dari Gereja tentang pengalamannya dengan Allah, sedangkan Akal Budi lebih mengacu kepada daya nalar manusia untuk menentukan kebenaran.
2.      Inkarnasi, menduduki tempat sentral dalam ajarannya.
3.      Sakramen, terdiri dari babtisan dan perjamuan kudus, babtisan merupakan  tanda pengakuan akan Kristus dan penolakan akan kejahatan, dan perjamuan kudus bukan sekedar pengenangan, tetapi dikuatkan oleh tubuh dan darah rohani Kristus.
4.      Pengakuan Dosa dan Pengampunan, dianggap sangat penting dan dipertahankan, karena si pengaku menerima pengampunan dari Allah melalui pernyataan Imam.
5.      Penthabisan, dipandang sebgai aturan suci, ada 3 golongan pelayanan yang harus ditahbis, Uskup, Imam dan Diaken, tetapi hanya Uskup yang memiliki kuasa mentahbiskan. Khusus pentahbisan imam wanita, baru diadakan pada tahun-tahun terakhir, pada awalnya tidak diperbolehkan
6.      Perkawinan, mengandung nilai-nilai sakramental, perceraian tidak diperbolehkan.
7.      Peminyakan (Pengurapan orang sakit), mengandung nilai sakramental, hanya dapat dilakukan oleh Uskup atau Imam.

 IV.                        Mennonit
Aliran mennonit dimulai di Swiss pada tahun 1525, sedangkan di Indonesia sendiri
hadir lewat 2 organisasi gereja GITJ (Gereja Injili di Tanah Jawa) berpusat di Pati dan PGKMI (Persatuan Gereja-Gereja Kristen Muria Indonesia) berpusat di Semarang. Mennonit berasal dari nama Menno Simons, yang menganut garis moderat dan anti kekerasan. Pokok ajaran Mennonit, antara lain :
1.      Alkitab sebagai satu-satunya patokan iman dan perilaku , Alkitab ada untuk membebaskan manusia dari dosa, dengan konsep kebebasan hati nurani.
2.      Kuasa Roh Kudus, bila kristen berkumpul dan firman diberitakan, sebagian mendengar , sebagian bernubuat, sebagian mempertimbangkan isinya, maka disitulah Roh Kudus memimpin mereka kepada pengertian yang sama.
3.      Penetapan-penetapan di dalam PB, mennonit tidak memakai kata sakramen , tetapi penetapan, mennonit berkeyakinan bahwa semua perintah dalam Perjanjian Baru harus dilaksanakan secara harfiah oleh semua umat beriman dimanapun. Setiap gereja mennonit memberlakukan serangkaian penetapan berikut, menurut keyakinan dan kebebasan hati nuraninya.
a.       Babtisan
b.      Komuni (Perjamuan Kudus)
c.       Pembasuhan kaki
d.      Kecupan suci
e.       Pengurapan (peminyakan)
f.       Kerudung (wanita), pada saat kebaktian
g.      Perkawinan
h.      Penumpangan tangan pada saat pentahbisan
4.      NIR(Tidak Menggunakan) kekerasan, Mennonit menolak penggunaan kekerasan dalam kehidupan pribadi, dan menolak dinas militer dalam segala bentuknya. Mereka menyesuaikan diri kepada nats Alkitab “ jadikan semua bangsa muridku”, sehingga Mennonit menolak kepolisian dan pengadilan.
5.      Larangan Bersumpah, didasarkan pada Amanat kristus dalam Mat 5 :33-37;
Mat 23:16-22; Yak 5:12, itulah sebabnya pengadilan ditolak, karena dalam pengadilan, pada umumnya menggunakan kata Bersumpah””
6.      Kepatuhan Iman, tidak berdusta, tidak menipu, tidak berbahasa kasar, tidak pesta pora, bergaya hidup sederhana, memberi perhatian terhadap sesama, rendah hati dan sabar.

    V.                        Baptis
Gereja Babtis merupakan gereja yang cukup besar, dengan anggota sekitar 35-50 juta
Jiwa, tersebar di 5 benua, 80% berada di Amerika Serikat. Ada beberapa tokoh terkenal dari aliran ini, antara lain :
      * William Franklin (Billy) Graham – Penginjil terkenal dunia
            * Marthin Luther King JR – pejuang keadilan bagi ras kulit hitam
            * Walter Raus Chenusch – Penerima Gospel Sosial
            * John D. Rockefeller – raja minyak yang sangat kaya raya

      Aliran babtis ini mengajarkan, bahwa babtisan dewasalah yang benar. Bayi yang dibabtis waktu kecil haruslah dibabtis kembali, untuk Indonesia sendiri, pada tahun 1596 muncul Persekutuan Gereja-Gereja Babtis Irian Jaya (PGBIJ), dan pada waktu itu, ada lima lagi organisasi gereja yang masuk kedalam aliran babtis, antara lain :
            * GGBI – Gabungan Gereja Babtis Indonesia
            * GPIBI – Gereja Perhimpunan Injili Babtis Indonesia
            * KGBI – Kerapatan Gereja Babtis Indonesia
            * GBII – Gereja Babtis Independent di Indonesia
            * Sinode Gereja Kristen Babtist Jakarta

Pokok ajaran dan praktek aliran Babtis antara lain :
1.      Alkitab, merupakan Firman Allah yang diwahyukan, satu-satunya sumber ajaran yang benar, pedoman iman, dan perilaku dan otoritas tertinggi untuk menentukan kebenaran agamawi.
2.      Gereja, dipahami sebagai persekutuan dari pribadi-pribadi yang telah diselamatkan Allah melalui pengorbanan dan penebusan Kristus.
3.      Tanda-Tanda Penetapan, terdiri dari Batisan dan Perjamuan Kudus.
a.       Babtisan, harus dilakukan dengan cara selam dan hanya dilayankan bagi orang dewasa, yang sudah mampu memahami dan menyatakan imannya, karena memang begitulah dinyatakan dalam Alkitab.
b.      Perjamuan Kudus, hakikatnya adalah pengenangan, suatu upacara simbolik yang membuktikan bahwa pesertanya mengenang pengorbanan dan kematian Kristus.
4.      Kemerdekaan Setiap Jemaat, merupakan perwujudan dari gereja yang sejati.
5.      Gereja Harus Terpisah Dari Negara, dan harus ada jaminan kebebasan beragama bagi setiap pribadi. Gereja atau jemaat tidak tunduk pada kuasa pemerintahan negara.

 VI.                        Metodis
Aliran ini muncul pada abad-18, ditandai dengan bangkitnya semangat kebangunan rohani. Tokoh utamanya aliran ini adalah 2 orang bersaudara Wesley John dan Charles. Di Indonesia aliran ini sudah hadir sejak hampir 100 tahun lalu, yang terutama mewakili kehadiran ini adalah Gereja Methodist Indonesia (GMI), yang berkantor pusat di Medan.
Adapun pokok ajaran aliran ini, antara lain :
1.      Kelahiran kembali (lahir baru), hanya dengan lahir barulah manusia bisa menjadi kristen yang sungguh-sungguh.
2.      Kesaksian Roh, Roh Kudus ada di hati orang beriman, dan memberinya jaminan yang pasti bahwa ia anak Allah.
3.      Penebusan Universal, penebusan dan keselamatan Allah disediakan Allah bagi semua orang yang mau menerimanya.
4.      Jatuh dan kehilangan Kasih Karunia, manusia bisa kehilangan kasih karunia, bila pada akhirnya ia murtad.
5.      Kesucian dan Kesempurnaan umat Kristiani, kesempurnaan itu harus dikejar dan diupayakan terus-menerus di sepanjang hidup, dan lebih dititikberatkan pada kesempurnaan motivasi dan kerinduan.
6.      Penginjilan dan semangat Injili, semua jemaat didorong untuk menginjil.
7.      Izin untuk mengangkat sumpah, boleh mengangkat sumpah, asalkan sesuai iman, kasih di dalam keadilan dan kebenaran.

VII.                        Pentakostal
Aliran ini menyebut dirinya sebagai Pentakosta/Pantekosta, dulu Pentakosta atau Pantekosta bersatu dalam wadah Dewan Pantekosta Indonesia (DPI), sejak 1998 berubah menjadi Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), gereja yang tergabung di dalamnya antara lain :
1.      GIA – Gereja Isa Almasih
2.      GBIS – Gereja Bethel Injil Sepenuh
3.      GPPS – Gereja Pantekosta Pusat Surabaya
4.      GGP – Gereja Gerakan Pentakosta
5.      GBI – Gereja Bethel Indonesia
6.      GTdI – Gereja Tuhan di Indonesia
Ada beberapa pokok-pokok ajaran dalam aliran ini :
1.      Alkitab, merupakan firman Allah yang diilhamkan dan dinyatakan Allah kepada manusia, untuk menjadi tata tertib bagi iman dan perilaku.
2.      Allah, Allah itu esa, tetapi menyatakan diri dalam 3 peribadi Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ke dalam ketiga nama inilah setiap orang yang sudah menyatakan imannya dibabtis.
3.      Keselamatan, adalah buah kasih karunia Allah, manusia diselamatkan melalui permandian, kelahiran kembali dan pembaharuan oleh Roh Kudus.
4.      Babtisan ada 2 Jenis
a.       Babtisan Air, lambang kematian dan penguburan kemanusiaan yang lama dengan cara menyelamkan ke dalam air orang yang sudah menyatakan pertobatan. Babtisan air dilakukan kepada orang dewasa, karena yang mampu menyatakan pertobatan adalah orang dewasa.
b.      Babtisan Roh dan Api, setiap orang percaya dilayakkan untuk memperoleh babtisan Roh dan Api yang dijanjikan oleh Bapa.
5.      Berbahasa Lidah, babtisan Roh ditandai dengan berbahasa lidah.
6.      Perjamuan Kudus, merupakan sebuah pengenangan.
7.      Penyembuhan Ilahi, segala penyakit dapat dipulihkan di dalam Tuhan.
8.      Akhir Zaman, merupakan kedatangan Kristus kedua kalinya, pemerintahannya 1000 tahun, dengan langit dan bumi yang baru. Pentakosta meyakini bahwa Yesus akan datang dan memerintah dalam kerajaan.
9.      Gereja, diyakini sebagai tubuh Kristus, tempat Allah berdiam melalui RohNya
10.  Ibadah dan Upacara Gerejawi, dilakukan secara teratur pada hari minggu, ditambah beberapa pertemuan Ibadah pada hari-hari biasa. 

VIII.                        Kharismatik
Gerakan Kharismatik disebut juga pembaruan kharismatik atau gerakan pentakosta baru (neo pentacostal). Kharismatik berasal dari bahasa yunani Charisma (bentuk jamaknya charismata) yang berarti karunia-karunia roh. Kharismatik melakukan jangkauan kepada umat non-pentakosta melalui organisasi FGBMFI (The Full Gospel Business Men`s Fellowship International) yang dibentuk oleh Demos Shakarian.
Dalam aliran ini lebih ditekankan “pengalaman rohani” ketimbang rumusan ajaran, ada beberapa pokok ajaran yang berkembang dalam aliran ini, antara lain :
1.      Berpumpun pada Yesus, yakni keyakinan bersama bahwa Yesus adalah pemberi babtisan Roh Kudus, Tuhan Yesus hadir dalam setiap ibadah kristiani, berbicara melalui firman, membebaskan manusia dari si jahat, dan memberi kesembuhan.
2.      Pujian, hasil pertama dari babtisan roh adalah luapan pujian dari hati orang-orang percaya.
3.      Kecintaan pada Alkitab, karimatik ditandai oleh kecintaan dan kehausan besar akan kitab suci.
4.      Allah berbicara hari ini, menganggap bahwa Allah berbicara kepada umatNya sama seprti dulu.
5.      Penginjilan, kedatangan Roh Kudus melalui babtisan roh memimpin kepada penginjilan.
6.      Kewaspadaan akan si jahat, acara pengusiran setan sangat penting, dihubungkan dengan pengalaman Yesus di padang gurun.
7.      Karunia-Karunia Roh, isi karunia dalam 1 Korintus 12:8-10, menjadi ciri khas pentakosta.
8.      Pengharapan Akhir Zaman, merangkum seluruh aspek pandangan dan praktik gerakan karismatik.

 IX.                        Injili ( Evangelical )
ada beberapa gereja yang masuk dalam aliran Injili, antara lain :
1.      GMIM – Gereja Masehi Injili Minahasa.
2.      GMIT – Gereja Masehi Injili di Timor.
3.      GMIH – Gereja Masehi Injili Halmahera.
4.      GMIST – Gereja Masehi Injili Sangir Talaud.
5.      GKI Irja – Gereja Kristen Injili di Irian Jaya.

Tonggak yang menandai kehadiran gerakan ini di Indonesia adalah YPPII ( Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil di Indonesia ) tahun 1961, Institut Injili Indonesia ( I3 ) tahun 1959, Seminari Alkitab Asia Tenggara ( SAAT ), dan terakhir terbentuk Persekutuan Injili Indonesia ( PII ), dalam aliran Injili terdapat sifat fundamentalisme. Kaum Injili dalam keyakinannya mempunyai “Pernyataan Iman Seminari Fuller” yang terdiri atas :
a.      Allah yang kita sembah sempurna.
b.      Allah yang kita seru juruselamat berkarya dalam bentuk karya dan sejarah.
c.       Kitab suci yang kita taati adalah bagian hakiki yang patut dipercaya.
d.      Manusia yang menjadi alamat iman yaitu Yesus.
e.       Kristus yang kita percayai adalah perantara satu-satunya.
f.       Roh yang bekerja di dalam kita dalam artian Roh Kudus yang mengingatkan kita.
g.      Kehidupan yang harus kita hidupi adalah Allah yang mengangkat kita.
h.      Allah yang menciptakan Gereja, Am dan Rasuli, memanggil orang-orang berdosa kedalam persekutuan tubuh Kristus.
i.        Gereja yang didalamnya kita melayani, Gereja diundang oleh Kristus untuk mempersembahkan ibadah yang berkenan kepada Allah.
j.        Pengharapan dimasa depan, rencana penebusan Allah akan digenapkan oleh kedatangan kembali Kristus.
    X.                        Bala Keselamatan
Pokok Ajaran Bala Keselamatan antara lain :
i)        Sakramen, Bala Keselamatan tidak mengakui sakramen babtis dan perjamuan kudus, karena menurut mereka perjamuan kudus sudah mengarah kepada formalisme, dan juga menurut aliran ini perjamuan kudus mengandung alkhohol, jika diberikan kepada orang yang baru bertobat dari kebiasaan mabuk, maka ia kan kembali lagi kepada kebiasaan mabuk.
ii)      Bala Keselamatan merupakan gerakan penginjilan, menurut aliran ini perjamuan kudus tidak menjamin keselamatan.
iii)    Menurut aliran ini, sakramen tidak hanya dilayani oleh pria saja, tetapi bisa juga dilakukan oleh wanita.
iv)    Aliran ini tidak mengakui Sakramen sebagai upacara suci kristiani, karena :
(1)   Tidak ada nats Alkitab yang secara nyata memperlihatkan bahwa TuhanYesus menetapkan upacara-upacara tertentu.
(2)   Didalam Alkitab tidak ditemukan istilah sakramen.
(3)   Oleh Gereja, sakramen dipandang sebagai simbol persekutuan dengan Allah.
v)      Menurut Bala Keselamatan persekutuan dengan Allah atau dengan Kristus tidak perlu melalui upacara-upacara formal-ritual.
vi)    Yang terpenting adalah babtisan Roh Kudus.

 XI.                        Adventis
Nama Organisasi aliran ini adalah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), aliran ini muncul di Amerika Serikat, dan resmi menjadi organisasi Gereja pada tahun 1863. Aliran ini mulai muncul pada abad-19 melalui beberapa gerakan :
i)        Milenium – kerajaan 1000 tahun.
ii)      Eskatologi – akhir zaman.
iii)    Parousia – kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali.
iv)    Apokaliptik – penglihatan khusus.
Aliran ini diresmikan pada 01 Oktober 1863, pokok ajaran aliran ini dirumuskan dalam Pernyataan Iman yang terdiri dari 25 pasal, yang kemudian direvisi menjadi 22 pasal, dan pada akhirnya menjadi 27 pasal.
XII.                        Saksi Jehova ( Menara Pengawal )
Pada awalnya Saksi Jehova menyebut dirinya Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab atau menara pengawal. Saksi Jehova memiliki struktur organisi sebagai berikut,


Pokok Ajaran Saksi Yehova antara lain :
a.       Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, menurut Saksi Yehova ketiganya adalah peribadi yang terpisah dan berbeda.
b.      Alkitab, menurut aliran ini Alkitab modern banyak salah penterjemahannya, sehingga aliran ini menerbitkan Alkitab terjemahan sendiri yang berjudul “New World Translation of Scriptores” pada tahun 1961.
c.       Sejarah, aliran ini membagi menjadi 3 bagian, yakni :
                                                              i.      Dunia Masa Lalu, Zaman Adam
                                                            ii.      Dunia Masa Kini, Masa Raja Nebukadnezar dan akan berkahir sampai perang Harmagedon.
                                                          iii.      Dunia Masa Depan, kerajaan 1000 tahun, disusul dengan kehidupan kekal dibumi dan disorga (144.000 orang pilihan).
d.      Penebusan, kristus dalam wujud manusia membebaskan manusia dari kutuk dan maut serta membatalkan dosa.
e.       Kedatangan Kristus kedua kali dan Milenium, setelah terjadi perang antara malaikat Mikhael dan Iblis disusul perang Harmagedon, akan muncul kerajaan 1000 tahun.
f.       Batisan dan Perjamuan, aliran ini menganggap bahwa Babtisan bukan sakramen, tetapi dilaksanakan teratur, hanya pejabat Saksi Yehova yang dapat melakukannya, sebelum dibabtis harus mengikuti katekisasi, lalu membuktikan pemahaman dan pengetahuaannya, kemudian dapat dibabtis. Sedangkan perjamuan dianggap hanya sebuah pengenangan.
g.      Pertemuan dan Peribadahan, Badan Penatua melayani tanpa Gaji dan bertanggung jawab atas seluruh jemaat, serta memiliki anggota :
                                                              i.      Penilik Lapangan.
                                                            ii.      Penilik Studi Alkitab.
                                                          iii.      Penilik Sekolah Pelayanan Teokratis.
Setiap minggu diadakan 4 kali pertemuan dan latihan rutin, ada nyanyian pembukaan, doa dan nyanyian penutup.
h.      Disiplin Organisasi, semua orang terikat pada tugas penginjilan, sarana mereka adalah buku dan traktat, jika ada yang keluar dari organisasi ini dianggap tidak akan memperoleh keselamatan.
i.        Berbagai larangan dan pantangan.,,
                                                              i.      Berjudi,
                                                            ii.     Merokok,
                                                          iii.      Mabuk-Mabukan,
                                                          iv.      Merayakan Natal dan Paskah,
                                                            v.      Menghormat Bendera,
                                                          vi.      Tidak boleh ikut PEMILU,
                                                        vii.      Tidak boleh jadi PNS,
                                                      viii.      Tidak makan makanan yang mengandung darah,
                                                          ix.      Transfusi darah (donor maupun resipien),
                                                            x.      Kegiatan pencurahan darah, karena darah sama dengan kehidupan atau nyawa,
                                                          xi.      Tidak boleh masuk Militer, karena militer dianggap mengijinkan pertumpahan darah.
XIII.                        Mormon
Aliran Mormon menyebut diri sebagai “The Church Of Jises Christ Of The Latter Day Saints” atau Gereja Yesus Kristus Dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, aliran ini memiliki lebih dari satu Kitab Suci, antara lain :
* Alkitab.
* The Book Of Mormon.
* Pearl Of Great Price (Mutiara Yang Sangat Berharga).

      Pokok ajaran aliran ini diumuskan dalam Articles Of Faith (Pasal-Pasal Iman), yang dimuat dalam Kitab Pearl Of Great Price. Aliran ini memiliki pasal-pasal kepercayaan yang terdiri dari 13 pasal.
Adapun pokok ajaran dari aliran ini, antara lain :
a.       Allah, aliran ini percaya kepada Allah yang Tri Tunggal.
b.      Manusia, manusia pada dasarnya berdosa, dan hanya akan selamat karena penebusan Kristus, menurut Mormon manusia dapat menjadi Allah atau Ilah, bahkan menurut aliran ini Abraham bersama Bapa-bapa leluhur Israel telah menjadi Ilah-Ilah. Bahkan menurut aliran ini Adam adalah Allah di taman eden dengan banyak istri, itulah sebabnya dalam aliran ini Poligami dibenarkan.
c.       Kristus, Pemuliaan dan Keselamatan, menurut aliran ini, bapa dari Yesus adalah adam, dan Allah Bapa yang manusia mempunyai hubungan jasmani dengan Maria. Berbicara tentang penebusan, menurut aliran ini penebusan Yesus menyediakan 2 macam keselamatan, yaitu :
                                                              i.      Keselamatan Umum – berlaku bagi semua orang melalui kematian dan kebangkitan Kristus.
                                                            ii.      Keselamatan Pribadi – akan didapatkan dari ketaatan pribadi.
d.      Alkitab, bukanlah kaidah tertinggi, yang diutamakan adalah Kitab Mormon, Ajaran&Perjanjian, dan Mutiara Yang Sangat Berharga.
e.       Upacara Di Bait Suci, ada beberapa upacara di bait suci, antara lain :
                                                              i.      Babtisan orang mati.
                                                            ii.      Endowment (Penganugerahan)\
Dalam upacara ini Pria dan Wanita dipisahkan dalam acara mandi istimewa, diurapi dengan minyak, dimulai dari kepala, dan semua organ penting tubuh, Alat kelamin diberi urapan dan berkat khusus supaya berfungsi dengan baik.
                                                          iii.      Perkawinan sekali untuk kekekalan 

XIV.                        Christian Science
Aliran ini disebut juga Gereja Khusus Ahli Ilmu Pengetahuan, pokok ajaran aliran ini, antara lain :
a.       Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus, dipercayai sebagai Allah Tri Tunggal.
b.      Manusia, karena Allah adalah manusia juga roh, maka tujuan akhir manusia harus seluruhnya rohani dan sama sempurnanya dengan Allah.
c.       Dosa dan Penyakit, dosa, sakit dan maut sebenarnya tidak ada, bukan merupakan hal yang nyata, hanya merupakan kekeliruan penglihatan, atau salah tangkap belaka saja.
d.      Keselamatan dan Kesembuhan, dalam hal ini aliran ini memahami Allah adalah kehidupan, kebenaran dan kasih, maka manusia sejati tidak ada penyakit dan maut, karena kehidupan tidak bisa dirusak.
e.       Zaman Akhir, aliran ini tidak mengakui kedatangan Tuhan Yesus untuk yang kedua kalinya, tidak ada kerajaan maut atau neraka, tidak ada kebangkitan tubuh, tidak ada penghakiman akhir, dan tidak ada langit dan bumi yang baru. Aliran ini meyakini bahwa yang ada adalah Akhir Zaman individual atau kematia yang berarti masuk ke kehidupan bebas dari kebendaan.
f.       Ibadah dan Sakramen, sama seperti ibadah lainnya, ada Nyanyian, doa, dan lain-lain, yang berbeda adalah Doa Bapa kami yang disorga, diganti menjadi :

Allah, Ibu-Bapa kami, mahaselaras,
Yang Esa, yang patut disembah.
KerajaanMu telah datang; Engkau senantiasa hadir.
Insafkanlah kami mengetahui, bahwa Allah – seperti di surga,
demikian juga di bumi – mahakuasa, mahatinggi.
Berilah kami kasih karunia untuk hari ini; beri makanlah
perasaan kasih yang sangat kelaparan;
Dan kasih dicerminkan dalm kasih;
Dan Allah tidak membawa kami ke dalam pencobaan, melainkan
melepaskan kami daripada dosa, penyakit dan maut.
Karena Allah itu tidak berhingga, yang mahakuasa, segala Hidup,
Kebenaran, Kasih, atas semua dan Semua. 
XV.                        Scientology
XVI.                        Gerakan Zaman Baru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar