Senin, 07 Oktober 2013

SEMESTER 2 (LAPORAN BACA BUKU : SEJARAH GEREJA)


LAPORAN BACA BUKU : SEJARAH GEREJA

Nama               : Roy Damanik.
Prodi               : PAK.
Semester          : II (Genap).

Dunia Gereja mulai timbul ialah kekaisaran Romawi, hanya satu bahasa dipakai, yaitu bahasa Yunani, pada zaman itu disebut bahasa Koine. PB juga dikarang dalam bahasa Koine. Dalam hal agama, kaum Yahudi bebas menyembah Allahnya. Philo adalah seorang filsuf Yahudi yang berusaha menyesuaikan ajaran PL dengan filsafat Yunani dari Plato dan Stoa. Ia mau membuktikan bahwa segala hikmat Yunani sudah terdapat juga dalam taurat dan dalam surat-surat nabi-nabi Israel. Metode Philo ini berpengaruh dalam sejarah Gereja. Sebuah sinkretisme yang dualistis-pantheistis berusaha menggabungkan filsafat barat dengan agama timur, yakni ajaran gnostik. Juga muncul ajaran Marcion yang berjasa kepada Gereja, sebab penekanannya ialah pembenaran oleh Iman. Pada tahun 318 timbullah perselisihan di Alexandria antara seorang presbiter, Arius namanya, dengan Alexander. Arius berpendapat bahwa tak mungkin Yesus dapat disebut "setengah Allah." Apabila kita percaya kepada satu Allah saja, tentulah Yesus Allah juga atau Ia bukan Allah, melainkan makhluk saja. Demikianlah Arius mengajarkan bahwa Anak atau 'Logos' itu adalah makhluk Tuhan yang sulung dan yang tertinggi derajatnya. Ia bukannya dari kekal, melainkan diciptakan di dalam batas-batas zaman, seperti manusia juga diciptakan. Alexander tidak menerima pandangan itu, karena apabila hal itu benar, maka itu berarti bahwa Injil ditiadakan. Sejak zaman Constantinus Agung, jemaat Kristen mulai membangun gedung-gedung Gereja. Di Jerman muncul ajaran Arian dan menjadi pemicu terjadinya pertentangan hebat antara penguasa-penguasa baru yang Arian dengan penduduk asli yang beragama katolik. Sesudah agama Islam membanjiri segala negeri di sebelah timur dan selatan Laut Tengah pada abad ke-7, Gereja timur sama sekali kehilangan kuasa dan pengaruhnya maka Gereja timur lekas runtuh, karena hidup rohaninya sudah lama mundur. Hal ini disebabkan oleh karena Gereja itu kurang sadar akan tanggung jawabnya terhadap dunia. Gereja di barat, meskipun sesat dan beraib, selalu teringat juga akan tugasnya, yaitu menyiarkan Injil di antara segala bangsa. Gereja barat sadar akan panggilan untuk mengabarkan Injil kepada segala bangsa. Pangkalan pengutusan Injil di Eropa terdapat di Irlandia. Menurut cerita lama, Injil dibawa ke negeri itu oleh seorang bernama Patrick pada tahun 432. Dengan segera timbullah di sana suatu Gereja Kristen yang berkembang dengan cepat. Dalam masa pemerintahan Karel Agung, Raja sendiri yang memerintah Gereja. Diawal 1095 terjadi perang salib sebanyak 6 kali yang diawali oleh keinginan untuk merebut tempat-tempat suci yang ada di Paslestina. Benhard dari Clairvaux menjadi seorang yang menganjurkan perang salib kedua. Tahun 1215 menjadi puncak pemerintahan paus, paus diakui sebagai satu-satunya penguasa dan hakim tertinggi di dalam Gereja. Namun, dilain sisi perlawanan terhadap pemerintahan paus mulai muncul. Pada abad ke XIV muncul paham Renaissance yakni kelahiran dari manusia zaman baru, yang tidak mengakui kuasa lain selain akal budi dan rohani sendiri. Pada abad pertengahan mulai muncul teologia-teologia baru akibat tuntutan dari kaum terpelajar. Di Jerman, muncullah Luther yang menjadi pembaru Gereja yang pertama dan termasyur. Dan di Swiss juga muncul satu reformasi yang merupakan lanjutan dari reformasi Luther yang dipimpin oleh Zwingli. Melalui proses panjang, pada akhirnya agama Reformasi mendapat tempat di hati rakyat. Disisi lain pada tahun 1520 muncul gerakan Babtis yang menekankan taurat sebagai pusat agama Kristen. Dalam perjalanannya Gereja mengalami banyak pergolakan, termasuk Gereja KR berencana membasmi gerakan Reformasi, namun Calvin berjuang dan memberi Gereja Reformasi suatu organisasi yang teguh. Dalam pelayanannya Calvin menekankan dua hal yang harus dimiliki Gereja yakni, pemberitaan Firman menurut Alkitab dan pelayanan sakramen sesuai dengan kehendak Kristus. Tahun 1685, di Perancis kaum Calvinis mengalami penghambatan karena tindakan Raja meniadakan Edik Nantes, dan dengan keputusan itu kebebasan beragama dilenyapkan. Setelah konsili Trente ketika Gereja KR berada di bawah pimpinan Spanyol mistik baru berkembang, yakni Mistikquietistis yang identik dengan Askese, Ekstase dan Khayal. Dibawah pimpinan Perancis terjadi bentrokan yang hebat antara raja dan paus. Selanjutnya terjadi penyerangan terhadap mistik Quietistis dibawah pimpinan Yesuit. Pada tahun 1500-1800 pekabaran injil masuk ke Indonesia melalui Maluku oleh Franciscus Xaverius. Pada abad-XVIII di Belanda berkembang Pietisme. Memasuki masa pencerahan akal manusia menjadi autonom, dan memunculkan agama baru yaitu agama kodrati yang menganggap bahwa jiwa manusia tidak dapat mati dalam dunia akhirat. Pencerahan juga mempengaruhi gereja KR yakni terjadinya pembubaran ordo Yesuit. Pencerahan mempunyai keuntungan yakni pemisahan Gereja dari Negara. Di abad-XIX banyak orang mulai menggemari teori evolusi Darwin, yang tentunya membawa orang menjadi atheism. Di abad yang sama muncul beberapa teologia, antara lain Teologi Perasaan yang merumuskan kesalehan sebagai suatu perasaan diri bergantung semata-mata kepada allah. Teologi Akal Budi mengajarkan bahwa akal budi adalah tenaga pendorong semesta alam. Teologi Kesusilaan mengajarkan bahwa yang terpenting bagi manusia adalah mempertahankan oknum manusia dihadapan alam yang tak beroknum itu. Theologia Kelahiran Kembali yang membagi manusia menjadi dua yakni telah diperanakkan dan yang belum diperanakkan kembali. Theologia Historis-Kritis berusaha membagi isi Alkitab menurut sumber kitab itu. Abad ke XIX merupakan permualaan awal sending sedunia. Pada tahun 1848 Wichern berhasil membuka Badan Pusat Pekabaran Injil di Dalam Negeri. Di abad yang sama di Belanda terjadi pertentangan kaum ortodoks di Gereja Hevormd dan kaum liberal. Ketika Indonesia dikembalikan menjadi jajahan belanda, muncullah agama protestan dibeberapa daerah seperti di Maluku oleh Joseph Kam, di Minahasa oleh Riedel dan Schwarz. Dan didaerah Batak, Ludwig Nommensen bekerja di daerah Batak Toba Silindung tahun 1862. Perkembangan Gereja tidak luput dari sekta-sekta, dalam perkembangannya ada beberapa bidat yang muncul, seperti Adventis yang menganggap bahwa dosa besar Gereja ialah membuat Hari Minggu menjadi hari istirahat sebagai ganti hari sabbat. Saksi Yehowa yang menanggap Negara sebagai alat setan dan Gereja sebagai kakitangannya. Gerakan Pentakosta yang menitikberatkan soal bernubuat, berbahasa roh, menyembuhkan orang sakit dan sebagainya. 1918 terjadi pengasingan diri dari gereja yang disebabkan oleh propaganda sosialis. Banyak orang menganggap bahwa gereja turut menyebabkan timbulnya krisis ekonomi dan keruntuhan peradaban barat. Pada masa Benedictus XV (1914-1922) terjadi pembaharuan Hukum-Gereja KR, salah satunya mengenai nikah. Nikah campuran dilarang, kecuali bila terjamin pendidikan anak-anak dalam agama KR. Di tahun 1918 di Rusia terjadi perpisahan Gereja dan Negara dan penyitaan segala milik Gereja. Didasari oleh karena Gereja yang terpecah belah, menimbulkan pemikiran bahwa kesatuan harus dikejar, muncullah gerakan Oikumenis. Pada tahun perang, kontak Oikoumene telah menunjukkan manfaat yang sangat besar di dalam prakteknya. Keadaan Gereja saat ini menyatakan Yesus Kristus sebagai pusat pemberitaan, setia sampai mati. Tuhan juga menghiburkan kita dengan firman-Nya: Tetapkanlah hatimu; Aku ini sudah mengalahkan dunia ini

Analisa Buku
Kekuatan Buku :
1.      Memaparkan secara terperinci Sejarah Gereja, juga persoalan-persoalan yang silih berganti yang dialami Gereja.
2.      Menceritakan semangat dari para pejuang Gereja yang begitu gigih, yang mampu memotivasi pembaca.

Kelemahan Buku
1.      Terlalu banyak Endnote yang direferensikan dengan topik selanjutnya atau sebelumnya, sehingga harus bolak-balik dalam pembacaan.
2.      Buku ini cukup tebal, sehingga sedikit kesulitan untuk menuangkannya menjadi 2 lembar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar