Senin, 07 Oktober 2013

SEMESTER 2 (NIV BIBLE - TRANSLATION HISTORY)


PAPER (NIV BIBLE TRANSLATION HISTORY)

Diserahkan Kepada:
Dosen: Pdt. Maria E. Silalahi. M.Div.

Sebagai Bagian Dari Tugas Mata Kuliah
HERMENEUTIKA

NAMA KELOMPOK
Fransisca KS
Repina Tumanggor
Rina Rosaria Sipahutar
Rohani Sitorus
Roy Damanik


SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BASOM
Komp. Jodoh Park No. 17 Sei Jodoh Batam


BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Penerjemahan Alkitab NIV disponsori oleh New York International Bible Society. Komite ini menerjemahkan teks Ibrani, Arami dan Yunani. Mereka terdiri dari sarjana-sarjana Alkitab dari sekolah Alkitab, Universitas dan seminari-seminari di Amerika, Inggris, Canada, Australia, Selandia Baru dan bermacam-macam denominasi seperti Anglikan, Sidang Jemaat Allah, Baptis, Brethern, Reformed, Gereja Kristus (Church of Christ), Lutheran, Mennonite, Methodist, Presbyterian, Wesleyan dan gereja-gereja lainnya. Penerjemahan Alkitab ini dilakukan dengan metode terjemahan “dinamik equivalen”[1][2]. Dilengkapi dengan catatan kaki yang memperkaya pemahaman teks sumber dan dapat dijadikan sebagai bahan studi perbandingan. Dalam catatan kaki juga menjelaskan mengenai barang-barang tambang, tumbuhan dan binatang, seluk beluk tentang bangunan, artikel-artikel mengenai pakaian dan perhiasan, instrument-instrumen musik dan artikel-artikel lain yang tidak selalu dapat diidentifikasi secara pasti. Holy Bible NIV ini juga dapat dijadikan referensi atau perbandingan dalam berbagai versi terjemahan Alkitab[3].

Penerbitan secara keseluruhan (PL dan PB) dilakukan pada tahun 1973, dan direvisi tahun 1978, kemudian direvisi lagi tahun 1984. Pada tahun 2005, diterbitkan lagi revisi atas NIV yang dikaitkan dengan 'bahasa yang bebas gender' (gender-free language) yang dinamakan Today's New International Version (TNIV), walaupun terjemahan NIV tetap diproduksi, tetapi diharapkan TNIV akan menggantikan NIV. Ternyata TNIV yang diharapkan merupakan perbaikan dari NIV ini tidak mendapat sambutan yang cukup baik dari para pemakainya, sehingga dapat dikatakan bahwa revisi NIV ini gagal mencapai tujuannya sebagai terjemahan yang populer menggantikan NIV[4].

New International Version (NIV) Bible sejauh ini adalah terjemahan alkitab yang paling banyak disukai, berdasarkan sebuah survei terbaru yang diadakan diantara para pemimpin injili di Amerika Serikat. Lebih dari 65 persen pemimpin yang berpartisipasi menyebutkan NIV sebagai Alkitab yang mereka paling sukai dalam survei yang dilakukan oleh National Association of Evangelicals (NAE) atau Asosiasi Injili Nasional dalam peringatan ke-30 tahun NIV tahun ini. NIV Bible merupakan Alkitab bahasa Inggris terjemahan modern yang paling populer di dunia. Dan pada tahu 2008 NIV Bible merayakan hari jadinya yang ke-30 dengan lebih dari 300 juta copy cetakan di seluruh dunia[5].


BAB II
PEMBAHASAN

Sebelum lebih jauh membahas terjemahan New International Version Bible, terlebih dahulu kita akan membahas sejarah Alkitab secara umum.

I. SEJARAH ALKITAB

Istilah Alkitab berasal dari kata "Al-Kitab" (bahasa Arab: الكتاب) yang secara sederhana berarti "buku" atau "kitab". Di negeri-negeri berbahasa Arab sendiri Alkitab disebut sebagai "Al-Kitab Al-Muqaddas" (bahasa Arab: الكتاب المقدس - Kitab Suci). Penulisan dalam bahasa Indonesia selalu menuliskan kata ini dengan menggunakan huruf kapital "A", sebagaimana dilakukan juga untuk kitab-kitab suci agama-agama yang lain. Nama "Alkitab" sendiri tidak muncul di dalam Alkitab. Dalam bahasa Indonesia, untuk membedakan dengan Al-Qur'an, maka umat Muslim kadang menyebut Alkitab Kristen dengan istilah Bibel atau Injil.

Istilah "Bibel" pertama kali digunakan oleh Filo (20 SM – 50 M) dan Yosefus, yang menyebut Perjanjian Lama sebagai bibloi hiërai. Hieronimus, seorang Bapak Gereja yang disuruh oleh Paus Damasus untuk merevisi Alkitab Latin, berkali-kali menyebut Alkitab dengan nama "Biblia" yang merupakan kata dari bahasa Latin yang berarti "buku" atau "kitab". Alkitab dalam bahasa Inggris disebut the Bible (atau Holy Bible - "Kitab Suci").

Istilah "Injil" berasal dari bahasa Arab إنجيل‎ ʾInǧīl, yang diturunkan dari bahasa Yunani ευαγγέλιον (euangelion) yang berarti "Kabar Baik" atau "Berita Kesukaan", yang merujuk pada 1 Petrus 1:25[6]. Injil dalam bahasa Inggris disebut Gospel, dari bahasa Inggris Kuno gōd-spell yang berarti "kabar baik", yang merupakan terjemahan kata-per-kata dari bahasa Yunani (eu- "baik", -angelion "kabar")

Kitab-kitab di Alkitab disusun secara semi-kronologis. Semi-kronologis karena beberapa kitab tidak diketahui jelas waktu penulisannya, dan beberapa lainnya merupakan kumpulan tulisan yang dikelompokkan menurut gaya penulisannya. Kitab Amsal yang ditulis oleh raja Salomo, misalnya, tidak ditempatkan setelah kitab 1 Raja-raja yang membahas riwayat hidup Salomo, namun dikelompokkan bersama-sama dengan kitab-kitab puisi lainnya. (Ayub, Mazmur, Pengkhotbah, Kidung Agung). Kitab nabi Yeremia yang hidup di zaman raja Yosia, contoh lainnya, tidak ditempatkan setelah kitab 2 Raja-raja yang membahas riwayat raja Yosia, namun bersama-sama dengan kitab-kitab nabi nabi besar lainnya (Kitab Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, dan Daniel). Kitab-kitab lainnya, terutama kitab-kitab sejarah, disusun secara kronologis dan urutannya memengaruhi cara pembacaan agar tidak membingungkan. Kitab Keluaran, misalnya, lebih mudah dibaca setelah membaca kitab Kejadian karena pembaca akan lebih mengerti latar belakangnya. Demikian juga kitab Kisah Para Rasul lebih cocok dibaca setelah membaca keempat kitab Injil, karena kitab-kitab Injil itu merupakan latar belakang penulisan Kisah Para Rasul. Namun beberapa kitab, seperti Amsal dan Pengkhotbah, dapat dibaca secara lepas, walaupun pembaca akan lebih memahaminya jika mengetahui riwayat penulisnya, Salomo, yang dibahas di kitab-kitab sebelumnya (1 & 2 Raja-raja dan 1 & 2 Tawarikh).

Pembagian Alkitab ke dalam buku, pasal, dan ayat, dan pengurutannya merupakan hasil dari kanonisasi oleh Bapa Gereja mula-mula. Struktur tersebut sudah tidak berubah selama berabad-abad sejak abad ke-4 M, namun beberapa terjemahan Alkitab kadang-kadang memiliki konvensi yang sedikit berbeda, misalnya dalam kitab Mazmur Alkitab bahasa Indonesia, nama penggubah Mazmur dan judul lagu dijadikan ayat yang pertama dalam suatu pasal, sedangkan dalam bahasa Inggris tidak. Oleh karena itu Alkitab bahasa Indonesia memiliki beberapa puluh ayat lebih banyak dari bahasa Inggris.

II. NEW INTERNATIONAL VERSION BIBLE

New International Version ( NIV ) adalah sebuah Alkitab terjemahan bahasa Inggris. Biblica merupakan penerbit sekaligus pemegang hak cipta dari NIV. Sejarah mencatat bahwa NIV telah menjadi salah satu Alkitab terjemahan modern yang paling populer. NIV awalnya diterbitkan pada tahun 1970-an, dan NIV edisi yang paling terbaru diperbaharui pada tahun 2011.[7]

1. HISTORY (SEJARAH)
Penerjemahan NIV dimulai setelah pertemuan pada tahun 1965 di Trinity College Christian di Palos, Illinois, yang dihadiri oleh Gereja Reformasi Kristen, Asosiasi Nasional evangelis dan sekelompok para ahli internasional. New York Bible Society (sekarang Biblica) dipilih untuk melakukan penerjemahan. Perjanjian baru dirilis pada tahun 1973 dan Alkitab penuh pada tahun 1978.[8]

2. FEATURES (KEISTIMEWAAN ATAU CIRI KHAS)
            Naskah dasar untuk Perjanjian Lama adalah “Biblia Hebraica Stuttgartensia Masoretic Text”[9]. Juga memakai teks-teks Ibrani kuno lainnya, seperti gulungan-gulungan laut mati, “Pentateuch Samaria”[10], “Aquila”[11], “Symmachus dan Theodotion”[12], “Vulgata”[13], “Syriac Peshitta”[14] dan juga “Psalms the Juxta Hebraica of Jerome”[15]. Naskah dasar untuk Perjanjian Baru adalah Alkitab America edisi bahasa Yunani dan “Nestle-Aland”[16].[17]

3. THE TRANSLATOR (PARA PENERJEMAH)
Kelompok penerjemah NIV terdiri dari lima belas sarjana-sarjana Alkitab. Proses penerjemahan mengambil waktu selama sepuluh tahun dan melibatkan tim sarjana dengan anggota 100 orang  (Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan). Orang-orang yang berpartisipasi terdiri dari banyak denominasi Gereja yang berbeda seperti Anglikan, sidang jemaat Allah, Baptis, Kristen direformasi, Lutheran dan Presbyterian.[18]

4. CIRCULATION (PEREDARAN; PENJUALAN)
            Menurut Asosiasi bisnis Kristen, NIV Bible merupakan yang paling populer, dan telah terjual sekitar 215 juta eksemplar di seluruh dunia. NIV menjadi yang paling populer karena dalam NIV Bible tersedia catatan yang lengkap dan latar belakang sehingga membuat pembacaan Alkitab lebih mudah untuk dipahami.[19]

5. NIV REVISI 2011
Versi terakhir dari Alkitab Terjemahan NIV sudah terbit. Menurut teologi yang membantu menterjemahkan, Alkitab ini sudah menulis lebih jelas dalam penyampaiannya. Klarifikasi di dalam Alkitab ini termasuk 1 Kor 6:9 dimana NIV tahun 1984 mengatakan "homosexual offenders" atau "pelaku homoseksual" dan diganti dengan "pria dengan pria yang berhubungan seks". Menurut Komite Terjemahan Alkitab yang dipimpin oleh Dr. Douglas J. Moo, NIV terjemahan 1984 lalu, tidak secara gambling apakah yang dimaksud dengan aktivitas homoseksual itu, apakah homoseksual pasif atau aktif," kata Moo. Alkitab NIV 2011 ini dengan jelas mengindikasikan homoseksual secara aktif. Selain 1 Kor 6:9, ada juga ayat-ayat lainnya yang direvisi agar lebih jelas lagi termasuk Roma 1:26-27 dan Imamat 18:22. Dalam Roma 1:26-27 dimana ada kata-kata "sebab istri-istri mereka mengganti hubungan yang wajar (tanpa ada kata persetubuhan" menjadi tidak wajar" diganti menjadi "sebab istri-istri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar". Sedangkan Im 18:22 kalimat "jangan berbaring dengan sesama pria seperti saat dengan wanita" diganti dengan "jangan mempunyai hubungan seksual dengan sesama pria sama seperti orang bersetubuh dengan perempuan." Di dalam Alkitab berbahasa Indonesia sendiri, ayat-ayat tersebut sudah sesuai dengan terbitan Alkitab NIV 2011. Alkitab adalah panduan hidup umat Kristen, karena itu memang harus didasarkan kepada bahasa aslinya sehingga tidak ada kebingungan.[20]
III. PERBANDINGAN KJV DENGAN NIV

Ada beberapa perbandingan antara KJV Bible dan NIV Bible, namun bukan berarti menuju kepada perbedaan makna yang disampaikan, namun lebih kepada penekanannya. Adapun beberapa perbedaannya, antara lain :

1.      Kejadian 4:7

KJV : “If thou doest well, shalt thou not be accepted? and if thou doest not well, sin lieth at the door. And unto thee shall be his desire, and thou shalt rule over him”, (Jika engkau berbuat baik, tidakkah akan menengadah? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, di depan pintu ada dosa dan keinginannya yang mengintai terhadap kamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya!”)

NIV : “If you do what is right, will you not be accepted? But if you do not do what is right, sin is crouching at your door; it desires to have you, but you must master it."” (Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.")

2.      Matius 5:22

KJV : “angry with his brother without a cause”, (marah tanpa sebab).

NIV : “angry with his brother”, (marah).

3.      Matius 27:34

KJV : “vinegar”, (anggur asam).

NIV : “wine”, (anggur).

4.      Matius 25:31

KJV : “all the holy angels”, (semua malaikat kudus)

NIV : “all the angels”, (semua malaikat).

5.      Lukas 24:49

KJV : “city of Jerusalem”, (kota Yerusalem).

NIV : “in the city”, (kota ini).

BAB III
KESIMPULAN

Tidak ada terjemahan Alkitab yang sempurna, karena penerjemah Alkitab adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu, sebelum menyampaikan berita, bandingkanlah dahulu beberapa macam terjemahan. Dengan cara demikian kita akan melihat kekurangan dan kelebihan terjemahan tertentu. Waktu kita mempelajari teks PL, mari kita juga memakai Alkitab bahasa Ibrani. Waktu kita mempelajari teks PB, mari kita memakai juga Alkitab bahasa Yunani. Semoga kerja keras yang dilakukan melalui perbandingan terjemahan-terjemahan Alkitab akan menghasilkan terjemahan yang tepat sehingga berita yang kita sampaikan adalah berita yang benar.

DAFTAR PUSTAKA




[1] Disesuaikan dengan; dapat diterima oleh
[6] tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu
[9] Biblia Hebraica Stuttgartensia, atau BHS, adalah sebuah edisi Teks Masoret dari Kitab Suci Ibrani. Kitab ini diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Jerman. Serta dianggap (oleh orang Kristen maupun Yahudi) sebagai edisi yang akurat dari Kitab Suci Ibrani, dan sebuah perangkat kritik teks yang berguna.
[10] Kelima buku pertama dari PL
[11] Terjemahan dengan gaya penerjemahan yang khas, yang dibuat pada paruh pertama dari abad ke-2, diterjemahkan dengan benar-benar harfiah(literal).
[12] Versi terjemahan yang ditulis pada tahun-tahun akhir abad ke-2 menggunakan gaya penerjemahan yang lebih bebas. yang merupakan versi revisi bebas dari Septuaginta.
[13] sebuah versi awal abad ke-5 dari Alkitab dalam Bahasa Latin yang sebahagiannya adalah hasil revisi dan sebahagiannya lagi adalah hasil terjemahan Hieronimus (Jerome) atas perintah Paus Damasus I pada tahun 382. Alkitab ini disebut vulgata dari frasa versio vulgata, yakni "terjemahan untuk umum", dan ditulis dalam gaya sastra Latin yang umum pada abad ke-4 yang berbeda dengan Bahasa Latin Cicero yang lebih elegan. Vulgata merupakan perbaikan dari beberapa terjemahan yang digunakan saat itu, dan menjadi versi Alkitab definitif dan resmi dari Gereja Katolik Roma
[14] terjemahan Injil Sinoptik [MatitYahu, Markos, Luka, Yokhanan] dalam bahasa Aramaik yang serumpun dengan Ibrani
[15] Edisi versi Mazmur
[16] Orang yang mengkritik bahwa  terdapat kesalahan yang sangat fundamental dan fatal. Mis : Matius 1:7, di TR tertulis ”Abia memperanakkan Asa dan Asa memperanakkan Yosafat”. Tetapi dalam CT tertulis ”Abia memperanakkan Asaf dan Asaf memperanakkan Yosafat”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar