Rabu, 11 Desember 2013

SEMESTER 3 (BAHASA INDONESIA)

NAMA                 : Roy Damanik
Mata Kuliah        : Bahasa Indonesia
Tugas                   : Membuat Alinea
Dosen                   : Jefferson Sihombing, M.Pd.K

IBADAH

Menurut kamus bahasa Indonesia, Ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan berdasarkan asal-usul kata, Ibadah berasal dari kosa kata “abodah” (bahasa Ibrani) atau ibadah (bahasa Arab) yang secara harafiah berarti bakti, hormat, penghormatan, suatu “sikap dan aktivitas“ yang mengakui dan menghargai seseorang atau yang ilahi.

Dari kedua defenisi diatas, pengertian Ibadah menuju kepada suatu pengertian yang sama, yakni ketaatan dan sikap hidup berserah kepada Allah. Namun apakah pengertian Ibadah hanya sebatas itu saja? Dan bagaimana agama Kristen mendefenisikan Ibadah?.

Ada banyak orang kristen yang membuat defenisi tersendiri mengenai Ibadah. Beberapa orang menganggap Ibadah itu adalah : hadir di Gereja setiap hari Minggu, sebagian lagi menganggap Ibadah itu adalah membayar perpuluhan, menolong sesama, serta berdoa secara teratur. Bahkan ada orang yang menganggap, mendengar Khotbah dirumah saja sudah cukup, tanpa harus pergi ke Gereja.

Namun, apakah pengertian seperti itu sesuai dengan apa yang disampaikan Alkitab. Dalam kitab Nehemia 8:6-7 dikatakan “Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang mahabesar dan semua orang menyambut dengan, 'Amin, amin!' sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah.” Dari ayat tersebut dapat diartikan bahwa Ibadah adalah merupakan tindakan dan sikap yang menghargai dan menghormati kelayakan Allah semesta langit dan bumi yang agung. Dan, ibadah berpusat pada Allah dan bukan pada manusia. Di dalam Ibadah Kristen, kita menghampiri Allah dengan bersyukur karena apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita di dalam Kristus dan melalui Roh Kudus. Ibadah menuntut komitmen iman dan pengakuan bahwa Dialah Allah dan Tuhan kita.


Dengan demikian, Ibadah bukanlah suatu kegiatan rutin hadir di Gereja sekali dalam seminggu, membayar perpuluhan atau mentaati peraturan Gerejawi. Melainkan merupakan suatu pola hidup yang kita praktekkan dalam hidup kita setiap harinya. Ibadah juga merupakan pengakuan kita kepada Allah yang hidup serta bersyukur senantiasa atas apa yang Allah lakukan dan setia kepadaNya. Kita harus ingat satu hal, bahwa Allah menginginkan buah Ibadah kita dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar