Rabu, 11 Desember 2013

SEMESTER 3 (SEJARAH MUSIK GEREJA)

LAPORAN BACA (RINGKASAN)

SEJARAH MUSIK 1 DAN 2
Oleh : Rhoderick J. McNeill

Nama : Roy Damanik
SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BASOM

BAB 1 - MUSIK DI YUNANI KUNO DAN DI ROMAWI KUNO

A. MUSIK DI YUNANI KUNO
Tradisi kebudayaan Yunani kuno adalah suatu kebudayaan pemikiran Eropa barat selama 2000 tahun silam. Menurut mitos Yunani kuno, musik dianggap sebagai ciptaan dewa atau setengah dewa atau Apollo, Amphion, dan Orpheus. Musik tidak dapat dipisahkan dari acara keagamaan, misalnya alat musik yang terkait dalam aliran Apollo dalam agama Yunani kuno adalah lyra (sejenis harpa kecil); sebuah alat yang ada hubungannya dengan aliran Dionysus yaitu aulos. Lyra dan kithara merupakan alat musik ketik dan mempunyai tali senar lima sampai tujuh. Keduanya digunakan untuk mengiringi musik epik (seperti Illiad, ciptaan Homer dari abad ke-8 SM) dan juga sebagai alat musik solo. Aulos adalah sebuah alat musik tiup yang terbuat dari kayu yang terdiri dari dua pipa, masing-masing mempunyai reed ganda dan lubang jaring, suaranya keras dan nyaring. Aulos dipakai untuk mengiringi sajian Dithyramb, suatu jenis musik yang spesifik yang diperdengarkan dalam ibadah Dionysus. Bentuk puisi ini merupakan sumber dari drama Yunani. Aulos juga mengiringi sekelompok paduan suara dan musik bagian lain yang dibutuhkan drama-drama agung yang diciptakan oleh Sophcles dan Euripides. Lyra dan Aulos banyak digambarkan pada sisi keramik Yunani kuno yang masih ada sampai sekarang. Keduanya juga dimainkan secara solo pada pekan olahraga, kemungkinan besar dengan cara mengimprovisasikan. Pada abad ke-4 seorang filosof yang bernama Aristoteles (tahun 384-322 SM) mengkritik kecenderungan virtuoso yang berhubungan dengan pendidikan musik.
Contoh notasi musik pada Yunani kuno yang masih ada masa kini adalah dua lagu pujian kepada Apollo (sekitar tahun 150 SM), sebuah lagu untuk acara minum pada tahun yang sama dan tiga lagu dari Mesomedes, kreta, yang diciptakan pada abad ke-2 M. Meskipun pengetahuan kita tentang musik Yunani terbatas, perkiraan para musikolog tentang ciri-ciri musik ini adalah sebagai berikut :
1.      Menurut Grout, musiknya bersifat monofonis dengan heterofoni (melodi asli yang disuarakan sekaligus dengan sebuah, atau beberapa variasi melodi yang sama) pada waktu alat musik mengikuti suara. Curt Sachs berpendapat bahwa polifoni terdapat dalam musik Yunani, baik pada masa awal maupun pada masa akhir. Sebagai buktui ia menyebutkan teori Yunani tentang interval konsonan dan disonan, dengan oktaf, kuin, kuart dianggap konsonan dan sekonda. Terts, seksta, septim dianggap disonan.
2.      Improvisasi telah dipraktekkan, namun diatur melalui konvensi-konvensi bentuk dan gaya pemakaian beberapa pola melodi yang mendasar.
3.      Ada hubungan yang erat antara teks dan musik. Serta melodi ucapan dan irama dan puisi yang menentukan cara menyusunnya dalam musik.

B. TEORI MUSIK YUNANI KUNO
Musik Yunani kuno sangat berpengaruh pada masa selanjutnya melalui teori musiknya, secara khusus pada teori musik Islam dan juga pada musik Eropa barat selama abad pertengahan. Teori musik ini dapat dikelompokkan kedalam : Ide-ide tentang sifat musik : peranannnya di alam semesta, efek-efeknya, dan gunanya dalam masyarakat; Penjelasan tentang interval-interval, modus-modus, dan komposisi musik. Banyak diantara wawasan dan prinsip Yunani kuno tentang filsafat dan ilmu musik masih berpengaruh sampai sekarang. Suatu risalah berisi teori musik yang tertua adalah harmonics, karya Aristoxenus (sekitar tahun 330 SM). Plato (sekitar tahun 427 SM) dan Aristotle menguraikan teori tentang ethos, atau sifat moral dan efek yang dihasilkan oleh musik. Menurut Aristotle, musik menirukan dan menggambarkan emosi dan keadaaan manusia. Plato dan Aristotle berpendapat beberapa jenis musik tertentu harus di kontrol demi kebaikan masyarakat. Isu ini masih relevan pada masa kini misalnya :
1.      Para diktator, baik fasis maupun komunis, barusaha mengontrol kegiatan musik dari masyarakatnya demi tujuan sosial politik;
2.      Gereja- gereja biasanya menciptakan norma-norma tentang musik yang dipakai dalam ibadah;
3.      Para pendidik merasa prihatin tentang jenis musik (juga gambar-gambar dan tulisan) yang didengar oleh anak-anak dan pemuda-pemudi.

C. MUSIK DI ROMAWI KUNO.
Selama lebih dari 5 abad, Roma memerintah sebagian besar budaya (tetapi daerah jerman tidak), Inggris, Afrika Utara dan daerah Turki. Stabilitas yang dihasilkan oleh Roma banyak membantu perkembangan kesenian. Pada umunya, kebudayaan Romawi di pengaruhi daerah Italia dan Yunani. Alat-alat musik yang diciptakan dan dikembangkan oleh para pemusik Roma termasuk beberapa alat tiup logam dan jenis terompet dan horn sebuah organ (hydraulis) dengan papan tuts yang di tiup dengan tekanan air memperlihatkan pemakaian teknologi tinggi. Organ-organ itu dipakai dalam teater-teater terbuka untuk mengiringi pertempuran gladiator (budak-budak atau tawanan yang disuruh berkelahi dalam tontonan umum) atau hiburan massal lain. Kemerosotan kekuasaan Roma menyebabkan terhentinya kegiatan musik yang setelah abad ke-5, hampir semua naskah tentang musik sekuler lenyap. Yunani dan Romawi mewariskan budaya Islam dan budaya barat pada abad pertengahan :
1.      Ide tentang melodi yang terkait dengan teks, khususnya dari segi irama dan metrum;
2.      Tradisi penyajian musik berdasarkan improvisasi;
3.      Filsafat tenatang musik sebagai : Sistem yang teratur dan yang berhubungan dengan hukum alam; Suatu kekuatan yang sanggup unutuk mempengaruhi pemikiran dn kelakuan manusia;
4.      Teori akustik yang dihasilkan secara ilmiah;
5.      Sistem untuk membentuk tangga yang berdasarkan tetrakord-tetrakord;
6.      Terminologi musikal.

BAB 2
MUSIK MONOFONIK – SAKRAL DAN SEKULER ( 0 – 1200)

A. LATAR BELAKANG
Setelah kejatuhan bagian kekaisaran barat pada abad ke-5. Tradisi tinggi dari Yunani Roma hanya dilanjutkan di pusat kebudayaan Keltik di Irlandia dan kekaisaran Romawi bagian timur yang di pusatkan di Byzantium (Konstantinopel). Kekaisaran timur kemudian diancam oleh kekuasaan Islam mulai abad ke-7. Dengan takluknya kota Konstantinopel oleh Turki pada tahun 1453, maka tidak ada kekaisaran timur lagi. Warisan kebudayaan yang tinggi dari Yunani/Roma kuno menjadi milik dunia Arab sehingga daerah Timur Tengah dan negara-negara Islam menjadi pusat intelektual sepanjang abad pertengahan.

B. SUATU MASALAH BESAR TENTANG SUMBER-SUMBER NASKAH
Pada mulanya kita menyadari bahwa dokumen sejarah yang merupakan bukti mengenai perkembangan musik gerejawi secara umum dan Cantus Planus secara spesifik sangat kurang. Ada suatu bagian naskah dari akhir abad ke-3, yaitu beberapa baris notasi musik yang dituliskan dalam huruf Yunani. Tidak ada naskah-naskah notasi musik lain sampai tahun 875-925. Jadi ada satu kekosongan besar dari naskah-naskah bersejarah. Sesudah awal abad ke-10, ada banyak bahan sebagai sumber utama untuk penelitian. Ini berarti bahwa kita tidak bisa menceritakan dengan pasti bagaimana terjadi perkembangan tradisi Cantus Planus Gregoria.

C. SUMBER-SUMBER CANTUS PLANUS YANG AWAL
Dalam hal ini para sarjana musik abad pertengahan merasa pasti bahwa proses pemindahan dari tradisi Yahudi ke tradisi Kristen, abad ke-1 sampai abad ke-3 berkesinambungan. Ciri-ciri ini terlihat dalam kedua tradisi tersebut :
1.      Kantilasi (bernyanyi pada satu nada saja yang dimulai dan diakhiri dengan frase dan terdiri dari beberapa nada lain) dipakai untuk membaca Alkitab;
2.      Mazmur Responsorial, ketika jemaat mengulangi salah satu ayat dari Mazmur sebagi refrein atau respon terhadap ayat-ayat lain yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi solo. Sebuah contoh PL adalah Mazmur 136;
3.      Mazmur Alleluia, yang dinyanyikan jemaat ”Alleluia” artinya ( puji Tuhan) diantara setiap ayat Mazmur yang dinyanyikan oleh solois;
4.      Mazmur Anthiphonal, yang dinyanyikan solois dan jemaat bergantian setiap ayat secara bersahut-sahutan;
5.      Tractus, mazmur renungan yang dinyanyikan sesudah pembacaan Alkitab;
6.      Jubilius, sebuah melodi melismatik tanpa kata-kata yang dinyanyikan dengan riang. “Jubilius” disinggung oleh Agustinus (354-430) dan beberapa sumber lain dari masa itu. Munkin ada hubungan dengan ide tentang sorak-sorakan kemenangan dari Kitab Mazmur
1.      BYZANTIUM
Musik gerejawi Byzantium, khususnya repertoar hymne dan mazmur responsorial terus berpengaruh di Eropa Barat sampai terjadinya perpecahan agung antara gereja timur dan gereja barat pada tahun 1054.
2.      EROPA BARAT
Kemungkinan yang paling besar adalah dokumentasi gaya-gaya daerah yang masih ada memperlihatkan taraf yang kedua (termasuk tradisi Cantus Planus Ambrosia, yang dulu dianggap sebagai musik yang lebih tua daripada Cantus Planus Gregoria.
3.      ROMA
Kita tidak tahu secara pasti bagaimana peranan Paus Gregorius I (590-604) dalam proses standarisasi musik gerejawi ini. Dari tulisannya sendiri tidak ada perintah-peritah spesifik.

D. CANTUS PLANUS GREGORIA
1.      PERKEMBANGAN NOTASI MUSIK
Jenis notasi musik mulai diciptakan supaya lagu dapat ditransmisikan dengan tepat pada setiap wilayah. Ritme Cantus Planus Gregoria sudah lama menjadi pusat pembicaraan diantara para ahli dengan beberapa pendapat. Anggapan yang paling kuat bahwa pada umumnya tidak ada perasaan metrum, dengan irama yang bebas disusun menurut irama teks.
2.      TATA IBADAH GEREJA ROMA DAN TEKS CANTUS PLANUS GREGORIA
Untuk mengerti kebesaran repertoar Cantus Planus Gregoria, yang setelah tahun 800 sampai dengan Konsilli Vatikan II, pada awal tahun 1960 menjadi musik gerejawi yang utama baik gereja Roma Katolik, kita perlu memperhatikan tata ibadah Roma.
3.      CIRI-CIRI CANTUS PLANUS GREGORIA
Ada tiga jenis Cantus Planus Gregoria :
a.       Gaya Syllabik atau bersuku kata dengan setiap suku kata dari teks disusun pada satu nada masing-masing.
b.      Gaya-gaya neumatik dengan melisma-melisma pendek yang terdiri dari dua sampai empat nada pada setiap suku kata dipakai lebih sering daripada gaya Syllabik.
c.       Gaya melismatik dengan adamya melisma-melisma yang panjang yaitu 10-20 nada atau lebih, yang dinyanyikan pada satu suku kata.

4. PERKEMBANGAN SELANJUTNYA DALAM CANTUS PLANUS Reportoar Cantus Planus Gregoria yang disebut klasik mungkin sudah menjadi standar pada awal abad ke-10. Namun bentuk baru dikembangkan antara tahun 900 sampai dengan 1300. Lagu ini termasuk trope, yang sudah standar dalam buku tata ibadah. Akhirnya trope ini menjadi seperti sandiwara singkat. Salah satu drama liturgis yang terkenal adalah Ludus Danielis (sebuah sandiwara musik tentang cerita Daniel dari Perjanjian Lama). Yang terdiri hampir 50 melodi dari setiap segi tradisi Cantus Planus Gregoria.

E. MUSIK SEKULER
Selama abad pertengahan tidak ada suatu perbedaan yang dibuat antara hal sakral dan sekuler. Musik gerejawi menjadi biasa dalam kehidupan sehari hari. Banyak lagu rakyat dari abad pertengahan dan lagu sekuler adalah adaptasi dari melodi-melodi Gregoria. Naskah berisi lagu sekuler yang paling tua dituliskan pada abad ke-12. Teksnya dalam bahasa Latin. Yang paling awal disebut lagu Golliard.

BAB 3 - AWAL MUSIK POLIFONIK DAN PERKEMBANGANNYA
Sebelum ada notasi yang tepat untuk musik polifonik, ada kemunkinan besar bahwa keterampilan bernyanyi dalam polifonik merupakan suatu tradisi yang berkembang melalui improvisasi. Musik Willaert merupakan suatu dasar dalam ketentuan istilah prima prattica pada akhir abad ke-16, pada saat konvensi-konvensi dalam teknik music banyak menghadapi tantangan dari pengikut seconda prattica yang diwakili oleh Monteferdi. Music Willaert, oleh para pendukung prima prattica, dianggap sebagai contoh yang paling sempurna tentang bagaimana menciptakan music polifonik yang teratur, berdasarkan modus gerejawi dan music yang bersatu dengan teks.

BAB 10 - MUSIK PADA REFORMASI KRISTEN

A. LUTHER DAN MUSIK
            Sebenarnya Luther tidak ingin memecah-belah gereja dengan ide-idenya, ia hanya ingin menyampaikan kepada tokoh-tokoh gereja hal-hal yang menurut pendapatnya tidak konsisten dengan Alkitab. Pentingnya musik dalam gereja Lutheran, mencerminkan pendapat Luther sendiri tentang musik. Ia seorang pecinta musik, seorang penyanyi, dan seorang komponis. Menurutnya musik adalah suatu karunia yang sangat indah dari Allah sendiri. Begitu banyak hal yang disumbangkan Luther dalam dunia musik. Warisan Luther yang paling penting pada musik Protestan adalah perkembangan nyanyian jemaat yang sederhana yang memakai bentuk strofik. Luther juga memimpin penerbitan musik polifonik yang berisi 38 susunan melodi koral dalam tiga sampai 5 suara serta 5 motet Latin yang diciptakan oleh seorang komponis yang bernama Johann Walter (1496-1570).

B. MUSIK REFORMASI DI LUAR JERMAN
1.      Zwingli (1484-1531), Sama halnya seperti Luther, Zwingli adalah seorang biarawan dan pastor yang berbakat dalam musik. Dia mengubah tata ibadah pada tahun 1525, jauh lebih radikal daripada Luther. Unsur ritual hampir dihapus dan musik sama sekali tidak digunakan karena Zwingli berpendapat bahwa musik dapat mengganggu konsentrasi pada saat berdoa dan mendengarkan Firman.  Reformasi Zwingli menghancurkan kegiatan musik di beberapa kota di Swiss, juga mempengaruhi pemakaian musik di berbagai Negara yang dipengaruhi oleh ide-ide Zwingli.
2.      Calvin (1509-1564), Calvin merupakan seorang yang berpendidikan tinggi, dan mengikuti begitu banyak pendidikan di berbagai Universitas. Calvin bukan seorang pemusik, melainkan sebagai orang yang mengenal ide-ide dari Yunani Kuno, ia yakin bahwa musik mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi perilaku manusia. Ia membatasi musik vocal yang monofonik. Calvin juga melarang musik instrumental, termasuk pemakaian organ karena jenis musik itu sebagian berasal dari dunia ajaran PL.

C. REFORMASI PROTESTAN DI INGGRIS
            Gereja Inggris (Anglikan) memisahkan diri dari gereja Romawi atas perintah Raja Henry VIII, pada tahun 1534. Banyak tokoh gereja Inggris termasuk Thomas Cramner, Uskup Agung Canterbury, sangat dipengaruhi oleh ide-ide Luther dan tokoh-tokoh Reformasi Protestan lain. Atas meninggalnya Henry VIII pada tahun 1547, mereka bebas untuk memasukkan ide-ide Protestan kedalam gereja Inggris.
BAB 19
PERKEMBANGAN OPERA DAN ORATORIO DI ITALI (1610-1660)

A. OPERA DI ROMA
Pada tahun 1619, opera pertama dipentaskan di Roma yang berjudul morte d’orfeo (kematian Orfeo) yang diciptakan oleh stefano Landi. Perkembangan opera yang terjadi di Roma merupakan kesadaran bahwa bagian musik yang panjang dalam gaya monody akan membosankan. Dua jenis nyanyian solo yang muncul di Roma yaitu recitativo dan aria. Bentuk recitative dari Roma menjadi suatu ucapan kata yang cepat, dengan nada yang di ulangi  tanpa bentuk melodi yang menarik.

B. OPERA DI VENEZIA
            Opera menjadi begitu penting bagi masyarakat Italia, sehingga tidak bisa lagi dipandang sebagai hiburan untuk para bangsawan atau dimainkan dalam istana saja. Sehingga setelah Opera di Roma, muncul opera yang kedua yaitu di Venezia dalam bentuk libretto dimana teksnya dipandang sebagai rangka untuk musik bukan lagi bagian yang paling penting seperti tampak dalam opera-opera pertama. Venezia dengan ceppat menggantikan Roma sebagai pusat untuk opera di Italia.

C. PERKEMBANGAN KANTATA, ORATORIA, DAN MUSIK GEREAWI
            Kantata merupakan sebuah karya untuk suara Solo yang diiringi oleh kontituo. Kantata berkembang di Roma pada tahun 1650, Giacomo Carissimi menciptakan 145 kantata yang masih ada sampai masa kini. Oratorio merupakan susunan dalam musik dari sebuah cerita Alkitab atau cerita mengenai seseorang yang kudus dalam sejarah Gereja. Karya oratorio pertama yaitu La rappresentatione di anima et di corpo. Karya lain diciptakan tahun 1619. Dalam musik Gerejawi Italia, tradisi Gabrieli dan Monteverdi di Venezia diteruskan oleh Alessandro Grandi, Giovanni Rovetta dan Cavilli. Musik Gerejawi banyak mengalami perubahan.

BAB 20 - MUSIK SAKRAL DARI BAROK AWAL DI JERMAN
Dua pembawa pengaruh utama dalam musik Jerman, pada akhir abad-16 dan awal abad-17, adalah musik Lassus dan gaya Venezia.

A. HEINRICH SCHUTZ (1585-1672)
            Heinrich merupakan komponis Jerman pertama yang meraih prestasi Internasional. Dia memiliki tugas menyanyi di kapel istana. Dia juga memiliki prestasi yang baik di Universitas. Dia menjadi seorang pencipta musik, dan ciptaannya yang penting adalah Oratorio Natal (1660) dan tiga passion (sengsara Yesus).

B. MUSIK SCHUTZ
            Schuts memiliki banyak karya, antara lain : Buku Madrigal; Psalmen Davids; Oratorio Paskah; Cantiones Sacrae; Symphoniae Sacrae I; Musicalische Exequien; Kleine Geistliche Concerte; Die Sieben Worte; Symphoniae Sacrae II; Geistlichen Chor-Music; Symphoniae Sacrae III; 12 Lagu Koor; Mazmur Koor; Oratorio Natal; Tiga Passion (Sengsara Yesus); Mazmur 119.

BAB 29 - JOHANN SEBASTIAN BACH (1685-1750)
Pada tahun 1702, Bach berangkat dari Luneburg  mencari pekerjaan sebagai organis. Pekerjaan organis umumnya diberikan kepada yang menang lomba improvisasi organ. Bach memenangkan lomba tersebut dan mendapat jabatan di kota Sangerhausen, namun pangeran setempat tidak setuju dan mengangkat orang yang lebih tua dari Bach. Pada tahun 1703, ia berhasil memenangkan perlombaan untuk menjadi pemain organ di gereja Santo Blasius. Pada tahun 1708 Bach menggubah Gott is mein Konig (BWV 71). Pada tahun 1721 Bach menggubah enam konsertonya yang paling terkenal, yakni Brandenburg Concerto (BWV 1046-1051) yang didedikasikan untuk Pangeran Christian Ludwig dari Brandenburg. Komposisinya yang terkenal Toccata dan Fugue (BWV 565) diciptakan pada tahun 1720. Bach juga menggubah Clavierbuchlein fur Wilhelm Friedmann Bach, dan buku pertama dari Das Wohltemperierte Clavier (BWV 846-869) . Pada tahun 1722, Kuhnau, ketua musik sekolah St. Thomas di Leipzig meninggal. Bach mendapatkan jabatan tersebut. Bach menggubah kembali salah satu passion-nya yang terkenal, St. Matthew's Passion (BWV 244). Komposisinya ini mendapat sambutan meriah dari publik. Bach juga menggubah Mass in B minor yang dianggap karya teragung dari kantatanya. Pada akhir hidupnya Bach menderita kebutaan, pada saat ini pula ia menggubah Die Kunst der Fugue 13 (BWV 1080).
BAB 30 - MUSIK SAKRAL J.S BACH

1. KANTATA-KANTATA BACH
            Kantata Bach telah banyak hilang, hanya tersisa 194 kantata. Kantata Bach diciptakan khusus untuk menerangkan pembacaan Injil. Mutu kantata-kantata Bach juga sangat tinggi. Ada dua kantata Bach yang sangat terkenal, yakni : Kantata Christ Lag In Todesbanden BWV 4 dan Kantata Ein Feste Ist Unser Gott BWV 80.

II. PASSIO-PASSIO J.S. BACH
            Ada 3 susunan cerita “Sengsara Yesus” yang diciptakan Bach, tetapi hanya dua yang ada secara lengkap, yaitu Passio menurut Yohanes dan Passio menurut Matius. Tetapi yang satu lagi, yaitu Passio menurut Markus dari tahun 1731 tidak ada lagi, kecuali teksnya.

III. ORATORIO DAN JENIS MUSIK SAKRAL YANG LAIN
Ada tiga karya yang memakai judul oratorio : Oratorio Paskah BWV 249; Oratorio Kenaikan Yesus BWV 11; Oratorio Natal BWV 248. Dari karya ini, yang paling penting adalah Oratorio Natal. Oratorio Natal dipentaskan pada hari Natal tahun 1734 di Leipzig, tetapi tidak dalam satu acara kebaktian.

IV. MOTET-MOTET
Ada tujuh karya Bach yang termasuk dalam kategoti Motet. Motet-motet dimaksudkan untuk kebaktian khusus, misalnya pemakaman atau ucapan terimakasih untuk hari ULTAH pembesar. Motet terdiri dari 11 gerakan.

V. MISA DALAM B MINOR
Misa dalam B Minor terdiri dari : Kirye dan Gloria; Sanctus; Symbolum Nicenum (Credo); Benedictus, Osanna dan Agnus Dei.

BAB 32 - GEORGE FRIDERIC HANDEL (1685-1759)
George Friedric Handel adalah seorang komponis musik Barok Jerman yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Britania Raya. Dia dianggap sebagai pencipta terkemuka dalam musik concerti grossi, opera dan oratorio. Handel terus belajar dan dipengaruhi banyak komponis kelas dunia, salah satunya adalah Scarlati. Dia dianggap sangat berpengaruh bagi banyak komponis yang hidup sesudahnya, termasuk Haydn, Mozart, dan Beethoven. Walaupun pengaruhnya tidak dirasakan langsung pada zaman Handel hidup, karena dia lebih sering bermusik di kalangan bangsawan dan konserto-konserto, namun kita bisa melihat dari beberapa karyanya. Salah satu karya oratorionya berjudul Israel in Egypt (1739) dan Saul (1741) Kemudian karya besarnya tentang Messiah yang berjiwa Kristen. Setidaknya tercatat 30 oratorio yang diciptakannya. Musik oratorio tidak berkembang di Inggris karena larangan Protestan yang menganggap musik itu berbau teater. Bahkan lagu Messiah sempat dilarang dimainkan di dalam gedung gereja. Pelarangan serupa juga datang dari Uskup di London karena tidak senang Gereja Katedral santo paulus dipakai untuk teater. Mesiah adalah oratorio yang paling terkenal yang bertema sentral tentang Yesus Kristus mulai dari kelahirannya, kedatangan Yesus ke dunia, kematian, kebangkitan dan kedatangan Yesus kembali. Messiah sendiri diperdengarkan dengan koor empat suara dan alat musik gesek dan kontinuo. Messiah dibagi dalam 53 bagian yang penuh dengan teknik bermusik.  Music instrumental yang paling penting dari Handel adalah ketiga suita untuk orkes yang berjudul water music dan suita untuk orkes besar dari tahun 1749 yang berjudul music of the royal fireworks.

BAB 3 - WOLFGANG AMADEUS MOZART
Mozart mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie ("Simfoni Anak-Anak"). Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Pada tahun 1769, Mozart mengadakan perjalanan ke Italia. Hasil perjalanan ini cukup baik, Mozart sangat produktif dalam penciptaan komposisi. Dia menggubah opera Mitridati, re di Ponto (1770) dan Lucia Silla (1772) dan keduanya mendapat sukses besar dalam pertunjukannya di Milano. Puncak karier Mozart terdapat pada masa 1784-1786. Mozart sangat rajin menggubah. Dia membuat duabelas Concerto dan dianggap para musikolog sebagai karyanya yang paling penting.

BAB 4 - MUSIK VOKAL MOZART

A. OPERA-OPERA MOZART
            Musik teater Mozart terdiri atas 19 karya, termasuk empat opera agung dari seluruh repertoar opera. Opera-opera Mozart dapat dibagi kedalam tiga masa, yaitu: Opera-opera awal dari masa 1767-1772; Masa 1775-1780; Masa Wina dari 1782-1791.

B. ARIA-ARIA KONSERT DAN LIEDER
Mozart juga menciptakan aria konsert untuk suara dan orkes. Ada sekitar 56 karya, kebanyakan untuk jenis suara sopran. Mozart juga menciptakan 27 lieder untuk suara dan piano. Lieder Mozart terbaik mendahului tradisi lieder yang agung dimulai Franz Schubert pada paroan pertama abad-19.

C. MUSIK GEREJAWI
            Sebagian besar musik gerejawi Mozart diciptakan untuk Kapel Uskup Agung Salzburg sebelum ia pindah ke Wina (1781). Hanya ada dua karya sakral besar yang diciptakannya, yaitu Misa Dalam C Minor dan Misa Requim. Karyanya yang paling penting “Misa Penobatan”, “Misa Solemnis Dalam C” dan “Vesperae Solennes De Confessore”

APLIKASI

            Sebagai sarana yang dapat mengungkapkan emosi dan menyalurkan perasaan, musik sangat bermakna dalam Gereja. Makna musik dalam hidup rohani manusia, hampir dirasakan dan dihayati oleh semua orang. Setiap orang menghayati musik sebagai pengungkapan iman kepada Allah yang hidup. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa musik, bagi kehidupan manusia religius, memiliki sebuah nilai kerohanian yang tinggi.
Musik dan perkembangannya telah melahirkan banyak sekali pertentangan, baik oleh para musikolog maupun oleh para pemimpin Gereja. Hal tersebut disebabkan oleh karena perbedaan pemahaman tentang Alkitab dan musik itu sendiri. Namun, meskipun terjadi perdebatan, musik Gereja tetap melahirkan hal baru. Bahkan, diterima dan dilakukan didalam Gereja.
Musik telah menjadi ciri khas didalam dunia Kristen, secara khusus Gereja. Bahkan beberapa aliran, menggunakan musik yang full, bahkan terkesan ribut. Namun, ada juga sebagian yang hanya menggunakan musik sendu, irama sendu, dan perenungan. Apakah semua itu mengurangi kemuliaan Allah. Tentu saja tidak. Kemampuan manusia untuk menciptakan dan menghasilkan irama musik Gereja, berasal dari Allah. Itu artinya, semua kemampuan hanya tertuju untuk kemuliaan Allah.
Musik Gereja berkembang dan dikembangkan oleh para musikolog, bukan untuk supaya para musikolog tersebut disanjung-sanjung, atau untuk supaya nama mereka ditinggikan lebih dari pada Allah. Kemampuan hanya bersumber dari Allah, dan segala kemampuan haruslah dikerjakan untuk kemuliaan Tuhan saja.


Perjuangan para Musikolog, sudah sepantasnya diteladani. Sebagai orang Kristen, atau sebagai orang percaya, sudah seharusnya kita memuliakan Tuhan dan meninggikan Dia melalui pujian, musik dan kemampuan kita. Bukan untuk menyombongkan diri. Seperti yang dewasa ini sering terjadi, banyak orang yang menyombongkan diri dan merasa mampu, tanpa menyadari bahwa semuanya itu berasal dari Dia, Allah yang maha tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar